0 komentar:
Cara Cek Status Aktif NUPTK Tahun 2016

Bagi PTK yang mempunyai NUPTK dengan status tidak
aktif pada saat sistem masih menggunakan Padamu Negeri, jangan khawatir akan
kehilangan NUPTK. Meskipun status NUPTK pada waktu itu tidak aktif oleh
sistem, mengundurkan diri atau lain-lain, data pada PDSPK
saat ini akan muncul kembali. Kemungkinan akan dilakukan validasi ulang, entah
itu akan menggunakan dapodik atau vervalPTK untuk menverifikasi keaktifan
NUPTK.
Berikut cara mengetahui status NUPTK apakah masih
aktif di bawah manajemen PDSPK Kemdikbud.
- Langsung ke TKP disini
- Pilih menu Status NUPTK
- Masukkan NUPTK yang telah dimiliki
Daftar Nilai Murni Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) MI Tahun Pelajaran 2015/2016
Dibawah ini kami sampaikan link download Daftar Nilai Murni Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) Tingkat Madrasah ibtidaiyah Tahun Pelajaran 2015/2016.
Sembilan Rahasia Do'a Lulus Ujian
1. Sebelum kamu
berangkat ke tempat ujian, berpesanlah kepada Ibumu untuk membacakan surat
Al-Waqiah pada jam saat engkau mulai mengerjakan soal ujian.
2.
Ketika
memasuki ruang ujian bacalah : “ROBBISYROHLI SODRI WA YASSIRLI AMRI WAHLUL
UQDATAM MILLISANI YAFQOHU QOULI” ( Ya Allah lapangkan lah dada ku dan
mudahkanlah urusan ku dan lancarkanah lidah ku agar mereka
memahami perkataan ku)
3. Ketika
Pengawas ujian mulai membagikan naskah soal, bacalah surat
Al-Qodar tiga kali.
4.
Ketika
engkau ragu pada jawaban yang akan kau pilih, bacalahSHOLAWAT, insyaalloh
goresan pensilmu akan selamat.
5.
Siasat do’a
: Do’akan orang lain, agar malaikat mendoakan mu.
6.
Do’a Istikharoh,
do’a dahsyat di malam sebelum ujian.
7.
Ingatlah
Allah dalam keadaan lapang, agar Allah juga mengingatmu saat
dalam kesempitan.
8.
Yakinlah agar
Allah pun yakin untuk mengabulkan do’amu.
9.
Bersedekahlah kemudian berdo’alah.
Sedekahmu akan menyelamatkan.
1)
Mengapa baca
surat Al-Waqiah? Sungguh besar fadlilah surat ini. Ubay bin Ka’ab pernah
berkata
bahwa Rasulullah saw bersabda :”Barangsiapa yang membaca surat al-Waqiah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn). Abdulloh bin Mas’ud juga pernah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :”Barangsiapa yang membaca surat al-Waqiah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn). (fakir ilmu, fakir keternangan, fakir rasa aman, fakir pertolongan, juga fakir rahmat saat menghadapi ujian).
bahwa Rasulullah saw bersabda :”Barangsiapa yang membaca surat al-Waqiah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn). Abdulloh bin Mas’ud juga pernah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :”Barangsiapa yang membaca surat al-Waqiah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn). (fakir ilmu, fakir keternangan, fakir rasa aman, fakir pertolongan, juga fakir rahmat saat menghadapi ujian).
2)
Inilah doa
nabi Musa saat menghadapi raja Fir’un. Doa memohon diberi kemudahan dalam
segala urusan dan agar kata-kata kita dipahami oleh orang lain. “Ya Allah, terangkanlah
hatiku, dan permudahkanlah urusanku dan kata-kataku agar mereka memahami tutur
kataku”.
3)
Surat
al-Qodar, di dalamnya ada ayat yang menceritakan : “….turun
mailaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan ijin Tuhannya untuk mengatur
segala urusan…” (semoga Allah mengirim malaikat-malaikatnya untuk
mengilhamkan kepada kita cara berpikir yang efektif, ketenangan, penjagaan
selama ujian, serta pertolongan agar dipermudah oleh Allah.) Rasulullah
bersabda :”Barangsiapa yang membaca surat al-Qodar, pahalanya sama dengan
orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dan menghidupkan malam al-Qadar”. (Tafsir
Nur Ats-Tsaqalayn).
4)
Mengapa
Sholawat?. Rasulullah bersabda :”Tak seorangpun mengucapkan salam untukku
kecuali Allah akan mengembalikan ruhku kepadaku, agar menjawab salamnya itu”.
Perhatikan baik-baik hadist di atas. Ketika kau mengucapkan salam, shalawat,
atau doa keselamatan bagi Rasulullah, maka Rasulullah akan menjawab salammu.
Itu artinya, Rasulullah mendoakan keselamatan bagimu. Kalau Rasulullah berdoa
pasti diterima dan dikabulkan Allah.
5)
Siasat
berdoa, kalau kamu mengharap sesuatu, jangan berdoa untuk dirimu, tetapi doakan
orang lain.kalau kepingin kaya jangan berdoa ‘Ya Allah berikan hamba kekayaan”,
tetapi berdoalah dengan ikhlas : “ Ya Allah berikan si Fulan kekayaan,
hamba tak tega melihat kemiskinannya”. Kalau kau ingin lulus ujian jangan
hanya berdoa “Ya Allah, tolong luluskan hamba dalam ujian esok”, tetapi
berdoalah :” Ya Allah, luluskan kawan-kawanku dalam ujian esok. Hamba tak
kan mampu menyaksikan kawan-kawan hamba menangis meratapi hasil ujiannya yang
tidak lulus. Hamba tak tega ya Allah”. Lho kenapa begitu ? Rasulullah bersabda
:” Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa
sepengatahuan orang yang didoakannyaadalah doa yang akan dikabulkan. Pada
kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia
berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata
”aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan” (Shahih Musliam).
6)
Istikharoh
berarti memohon kepada Allah swt agar setiap keputusan yang akan diambil
merupakan keputusan terbaik yang emngandung kemaslahatan baik bagi diri maupun
orang lain. Istikharoh adalah minta dipilihkan oleh Allah sesuatu yang baik bagi
dirinya dan berdoalah dengan ikhlas.
7)
Rasulullah
bersabda “Barangsiapa yang menginginkan agar Allah mempedulikannya ketika ia
dalam kesusahan dan kesukaran, maka hendaklah ia memperbanyak doa dalam keadaan
lapang”.
8)
Yakinlah kami
bahwa doamu pasti akan dikabulkan Allah, maka Allah juga
akan yakin mengabulkan doamu. Bagaimana Allah mengabulkan doamu yang
kamu sendiri tidak yakin.
9)
Keluarkan
sebagian rizki kamu untuk bersedekah ke pembangunan masjid, sekolah, anak
yatim, fakir miskin, bencana alam dll dan berdoalah serta mintalah mereka
mendoakan kamu agar ujianmu lancar
10) Ya Allah
adakah ciptaanmu yang lebih dahsyat dari gunung, besi, api, air,
angin? ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan
tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya”.
BOS (Biaya Operasional Sekolah)
Dana BOS merupakan hak setiap siswa yang disalurkan
melalui sekolah untuk mendanai biaya operasional kegiatan belajar mengajar
(biaya operasi non-personalia).
Para siswa, orang tua, dan/wali tetap bertanggung
jawab atas keperluan pribadi siswa, misalnya uang saku, buku tulis dan
alat-alat tulis.
Di luar dana BOS, orang tua yang mampu, atau walinya
tetap bisa memberikan sumbangan sukarela yang tidak mengikat kepada Sekolah.
Sukarela artinya tidak terikat waktu, tidak ditetapkan jumlahnya, dan tidak ada
intimidasi bagi yang tidak menyumbang.
Besar Biaya BOS
Semua sekolah SD/SDLB/SMP/SMPLB negeri wajib menerima
dana BOS. Bila sekolah tersebut menolak BOS maka sekolah dilarang memungut
biaya dari peserta didik, orang tua atau wali peserta didik.
Besar dana BOS yang diterima tiap sekolah dihitung
berdasarkan jumlah siswa, termasuk untuk BOS Buku. Dana BOS diberikan langsung
kepada sekolah untuk dikelola oleh sekolah.
BOS Sebagai Biaya Pendidikan Untuk Mendukung
Peningkatan Kualitas Pendidikan
Untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar 9 tahun, BOS
merupakan salah satu jenis biaya pendidikan yang memungkinkan peserta didik
meraih cita-cita mereka.
Biaya pendidikan dapat dibagi menjadi 3, yaitu:
1. Biaya Satuan
Pendidikan, terdiri dari :
a.
Biaya
investasi, biaya untuk sarana dan prasarana pendidikan, pengembangan sumber
daya manusia dan modal kerja tetap.
b.
Biaya
operasional, biaya personalia dan non-personalia sekolah.
c.
Bantuan biaya
pendidikan untuk peserta didik yang orang tua/walinya tidak mampu membiayai
pendidikan.
d.
Beasiswa.
2. Biaya
pendidikan dan/ pengelolaan pendidikan.
3. Biaya
pribadi peserta didik.
Saluran Informasi Pendidikan
Jika anda ingin bertanya atau memperoleh informasi
lebih lengkap tentang BOS, silahkan menghubungi :
1. Komite
sekolah/ madrasah
2. Kantor Dinas
Pendidikan setempat
3. Saluran
Informasi Pendidikan Bebas Pulsa 177 (sementara bisa dihubungi melalui fixed
line Telkom dan Flexi).
Apa Saja yang Dapat Dibiayai Dana
BOS?
Dari seluruh dana BOS yang diterima oleh sekolah,
sekolah wajib menggunakan sebagian dana tersebut untuk membeli teks pelajaran
yang hak ciptanya telah dibeli oleh Pemerintah. Kelebihan dana BOS dapat digunakan
untuk membiayai kegiatan-kegiatan berikut:
1. Biaya
penerimaan siswa baru.
2. Buku
referensi untuk perpustakaan.
3. Buku teks
pelajaran untuk perpustakaan.
4. Biaya
pembelajaran tambahan dan ekstrakurikuler.
5. Biaya ulangan
dan ujian.
6. Pembelian
barang habis pakai.
7. Langganan
daya dan jasa.
8. Perawatan
sekolah.
9. Pembayaran
honor guru dan tenaga kependidikan honorer.
10. Pengembangan profesi guru.
11. Bantuan biaya transportasi siswa
miskin.
12. Biaya pengelolaan BOS.
13. Pembelian komputer dekstop.
14. Jika hal-hal diatas sudah terpenuhi
dan masih ada sisa dana, boleh digunakan untuk membeli alat-alat penunjang
(media pembelajaran, mebeler).
Apa Saja yang Tidak Dapat Dibiayai
Dana BOS?
1. Dibungakan/menanam
saham/dipinjamkan.
2. Kegiatan
yang tidak prioritas dan berbiaya besar, contoh: Karyawisata
3. Membiayai
kegiatan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) kec./kab./kota/prov./pusat.
4. Membayar
bonus atau transportasi rutin guru.
5. Membeli
seraga sekolah.
6. Pemeliharaan
sedang/berat.
7. Membangun
gedung/ruang baru.
8. Peralatan
yang tidak mendukung proses pembelajaran.
9. Memberi buku
referensi bagi sekolah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK).
10. Membiayai kegiatan yang sudah di
danai secara penuh oleh Pemerintah pusat/daerah.
11. Kegiatan penunjang yang tidak
berkaitan dengan operasi sekolah.
12. Kegiatan pelatihan yang
diselenggarakan oleh lembaga di luar Dinas Pendidikan/ Kemendiknas.
Perbandingan Tujuan Pendidikan Islam MIN & SD
A. Hakikat tujuan pendidikan agama Islam
Menurut Prof. Dr. Jalaludin bahwa Pendidikan Islam merupakan usaha
untuk membimbing dan mengembangkan potensi manusia secara optimal agar
dapat menjadi pengabdi yang setia kepada Allah. Berdasarkan pengertian
tersebut akan terlihat jelas bahwa Islam menekankan pendidikan kepada
tujuan utamanya yaitu pengabdiam kepada Allah secara Optimal. Dengan
berbekal ketaan itu diharapkan manusia itu dapat menempatkan garis
kehidupannya sejalan dengan pedoman yang telah ditentukan sang
pencipta.
Dalam konsep Islam yang termuat dalam GBPP Pendidikan Agama di sekolah
umum dijelaskan bahwa pendidikan agama Islam adalah uasaha sadar untuk
menyiapkan siswa dalam menyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan
agama Islam melalui bimbingan, pengajaran atau latihan dengan
memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain.
Menurut
hakikatnya Tujuan Pendidikan Agama Islam di rumuskan dari nilai-nilai
filosofis yang kerangka dasarnya termuat dalam Filsafat Pendidikan
Islam.
Seperti halnya dasar pendidikannya maka tujuan pendidikan Islam juga
identik dengan tujuan Islam itu sendiri. Hal ini sempat menimbulkan
pandangan yang konvensional dari pada ahli didik terhadap pendidikan
Islam, seakan mereka kurang dapat mkenerima penjelasan yang diterima.
Berikut ini adalah beberapa pendapat tentang tujuan Pendidikan Agama
Islam sebenarnya.
1). Menurut Zakiah Darajat
Tujuan Pendidikan Agama Islam adalah untuk membentuk manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Allah swt. Pendapat ini berdasarkan firman
Allah swt dalam QS. Ali Imran ayat 102.
2). Menurut Imam Al-Ghazali
Tujuan Pendidikan Agama Islam adalah terutama adalah ibadah dan
bertaqarrub kepada Allah dan kesempurnaan insani yang tujuannya untuk
kebahagiaan dunia dan akhirat.
Dan dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan
Pendidikan Agama Islam adalah membentuk manusia yang mengabdi kepada
Allah, cerdas, terampil, berbudi yang luhur, bertanggung jawab atas
dirinya dan masyarakat guna terciptanya kebhagiaan dunia dan akhirat.
Berikut ini adalah perbandingan antara materi pelajaran agama di MI dan
SD sejauh mana dapat mencapai tujuan pendidiksn Agama Islam yng
sebenarnya.
DESKRIPSI
Perbandingan Materi Pelajaran Agama Islam
MI dan SD
Mata Pelajaran Fiqih
Nama Sekolah : Madrasah IbtidaiyahMata Pelajaran : Fiqih
Kelas/semester : V / I
Standar Kompetensi :
- Mampu memahami dan melakukan shadaqah dan infak
- Mampu memahai ketentuan makanan dan minuman yang halal dan yang haram.
Kompetensi Dasar
|
Materi Pelajaran
|
Kegiatan Pembelajaran
|
Indikator
|
Penilaian
|
Alokasi Waktu
|
1.Menjelaskan dan melaksanakan Shadaqah dan Infaq
|
*Shadaqah dan Infaq
|
*Menjelaskan arti Shadaqah dan Infaq
*Mengidentifikasi Perbedaan Shadaqah dan Infaq
|
* Menjelaskan arti shadaqah dan arti infaq
*Membedakan shadaqah dan Infaq
* Menjelaskan manfaat shadaqah dan infaq
|
Tertulis
|
2 x 40
Menit
|
2.Menjelaskan ketentuan tentang makanan dan minuman yang halal
|
*Makanan dan minuman yang halal
|
*Membaca Materi Tentang Makanan Dan Minuman Yang Halal
*Memotifasi siswa agar selalu memakan makanan atau minuman yang halal
|
*Menunjukkan Contoh Makanan Dan Minuman Yang Halal
*Membiasakan makan makanan dan meminum minuman yang halal
|
* Tes tertulis dan objektif
|
2 x 40
Menit
|
3.Menjelaskan ketentuan tentang makanan dan minuman yang haram
|
*Makanan dan minuman yang haram
|
*Memberikan contoh makanan dan minuman yang haram
* Berusaha menjauhi makan dan minuman yang haram
|
* Memberikan makanan dan minuman yang haram
*Menjauhi makanan dan minuman yang haram
|
* Tes tertulis dan objektif
|
2 x 40
Menit
|
Nama Sekolah : SD
Kelas/Semester : V/I
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam (Fiqih)
Standar Kompetensi : Mengumandangkan Azan dan Iqamah
Alokasi Waktu : x 35 Menit
Kompetensi Dasar
|
Materi Pembelajaran
|
Kegiatan Pembelajaran
|
Indikator
|
Penilaian
|
Alokasi Waktu
|
*Melakukan azan dan iqamah sebelum shalat dengan benar
|
Lafal azan dan iqamah
|
* Siswa melafalkan azan dan iqamah secara klasikal dan kelompok mengikuti bacaan guru
|
1.Melafalkan azan dan iqamah
2.Menunjukkan hafal lafal dan iqamah
3.Mempraktikan azan dan iqamah ketika hendak shalat
|
1. Tes Lisan
2. Teslisan Praktek
3. Praktek
|
6 x 35
Menit
|
Dari Deskripsi masing-masing sekolah dapat diambil sebuah perbandingan antara keduanya yaitu :
1. Isi atau materi pelajaran
Materi adalah sebuah bahan pelajaran yang harus diberikan oleh guru
kepada siswanya baaik di madrasah ataupun sekolah. Perbandingan
tersebut dapat disebutkan dan dijelaskan sebagai berikut.
a). Madrasah
Isi atau materi pelajaran agama di madrasah ibtidaiyah sangat menonjol
karena madrasah adalah lembaga pendidikan yang bercirikan atau khas
dengan Islam. Dalam pengembangannya yang panjang eksistensinya,
madrasah banyak melahirkan hal positif dan negative, sesuai dengan
pasang surut kualitas para pengelola yang terkait didalamnya.
Dalam kaitannya dengan madrasah, perangkat pokok untuk pencapaian
tujuan pendidikan Agama Islam adalah materi, karena madrasah adalah
sekolah yang banyak mengambil peran soal agama, maka isi materinya pun
banyak tentang agama, dalam hal ini dapat dicontohkan pada mata
pelajaran fiqih, dalam fiqih mengandung banyak hal yang bisa dibahas
dan dikembangkan, dimadrasah pelajaran fiqih dibahas secara mendalam
dan dipelajari dengan teori dan prakteknya sekaligus, seperti yang
digambarkan dalam deskripsi atau kerangka silabus, bahwa dimadrasah itu
dipelajarai fiqih secara mendalam, teorynya dijelaskan dengan mendalam
dan dimaksud kan pula semua siswa dapat mempraktekkanya dalam
kehidupan.
Dimadrasah pelajaran yang menyangkut keagamaan itu terpisah-pisah
sehingga siawa dapat mempelajari setiap materi tentang keagamaannya,
misalnya pelajaran fiqih, akhlah, aqidah, dan bahasa arab. Dalam fiqih
dibahas secara mendalam mengenai shadaqah dan infak, dimateri ini siswa
harus memahai secara teori dan praktek agar siswa bisa lebih mendalami
dan mendapatkan manfaat dari materi yang dipelajari, contohnya setelah
siawa memahami arti shadaqah dan infak, maka siswa diharapkan bisa
membiasakan untuk bershadaqah.
Dalam hal ini bisa dikaitkan dengan pencapaian pendidikan Agama Islam
adalah dengan mempelajari materi pelajaran yang berbeda-beda dan
terpisah-pisah antara fiqih dan materi lain diharapkan siswa
benar-benar mendapatkan banyak ilmu khususnya soal agama, agar tujuan
Pendidikan Agama Islam itu sendiri dapat berjalan dengan baik, yaitu
menjadikan siswa beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt yang kemudian
menjadikan siswa itu bisa menjadi insane kamil.
b). SD ( Sekolah Dasar )
Isi materi pendidikan Agama Islam pada sekolah dasar tetap membahas
lingkup fiqih tetapi sedikit berbeda dengan madrasah, bila pelajaran
fiqih dimadrasah itu dibahas secara mendalam tapi tidak halnya dengan
SD bahwa mata pelajaran fiqih dipelajari secara garis besarnya saja,
dalam deskripsi telah dipaparkan apasaja materi fiqih yang akan
dipelajari selama 1 semester, disana telah di sebutkan bahwa pelajaran
fiqih membahas tentang azan dan iqamah, dimata pelajaran ini siswa
diharapkan bisa melafalkan dan mempraktikannya dalam kehidupan
sehari-hari misalnya sebelum shalat siswa diharapkan bisa melafalkan
azan dan iqamah.
Tetapi melihat bahwa materi pelajaran yang tidak sama antara sekolah
dasar dan madrasah dapat membedakan pula hasil belajarnya, pada
madrasah tiap mata pelajaran yang menyangkut soal agama itu ter pisah –
pisah sedangkan kalau disekolah itu tidak. Dari sini lah dapat
dikaitkan kembali dengan pencapaian tujuan pendidikan agama Islam di
sekolah dasar adalah secara nyata real dan sebenarnya, tujuan tersebut
adalah menjadikan peserta didik agar memilki kemantapan akidah dan
kedalaman spiritual, keunggulan akhlak dan wawasan keagamaan. Namun
pada kenyataannya dilihat dari materi pelajaran disekolahuntuk mencapai
tujuan tersebut agaknya sedikit susah karena materi tidak dibahas
secara mendalam melainkan hanya secara garis besarnya saja.
2. Alokasi Waktu
Alokasi waktu di setiap pelajaran itu pasti ada dan antara madrasah dan
SD pun berbeda mengenai alokasi waktu dalam mempelajari setiap materi
PAI dimadrasah atau disekolah sehingga keduanya pun bisa mempunyai
perbedaan pencapaian tujuan PAI dengan materi dan alokasi waktu yang
berbeda, berikut ini uraian nya dari masing-masing sekolah mengenai
alokasi waktu pelajaran materi PAI di masing-masing sekolah baikk MI
dan SD.
a). Madrasah
Di madrasah alokasi waktu di setiap materi sangat berbeda karena materi
pelajaran agama yang sangat banyak maka memerlukan waktu yang sangat
banyak pula. Jika dilihat begitu banyak waktu pelajaran PAI di madrasah
karena banyaknya materi yang akan dibahas. Mata pelajaran fiqih
mempunyai kajian sendiri dengan materi lain,begitu pula dengan materi
lainnya sehingga semakin banyak materi yang akan dibaha, semakin banyak
pula waktu yang akan digunakan. Alokasi waktu yang digunakan di
madrasah untuk 1 materi pembahasan tentang kajian fiqih misalnya, itu
berkisar 45 menit.dan begitu pula dengan pelajaran pada materi lain.
b). SD ( Sekolah Dasar )
Alokasi waktu setiap materi PAI sangat berbeda dengn madrasah bila di
madrasah 1 minggunya bisa mencapai lebih dari 6jam untuk meteri agama
saja termasuk pelajaran fikih dan lain-lain, sedangkan alokasi waktu di
sekolah hanya 2 – 3 jam saja setiap 1 minggu, dengan demikian
terjadilah perbedaan antara sekolah dasar dan madrasah, sehingga
pencapaian tujuan pendidikan di sekolah dasar belum terelisasikan
dengan baik.
ANALISA
Dari penjelasan diatas dapat di analisa bahwa tujuan pendidikan pada
umumnya adalah sama menjadikan siswa beriman dan bertakwa kepada Allah
SWT, dan menjadi kan siswa tersebut menjadi insan kamil, sesuai dengan
yang diungkapkan oleh Imam Al-Ghazali dan Zakiah Drajat, tetapi proses
dan jalannya suatu pencapaian tujuan pendidikannya saja yang sedikit
berbeda karena kurikulum disetiap sekolah itu berbeda. Pendekatan
berbasis pada sekolah dasar atau madrasahdalam perkembangan kurikulum
memiliki kelebihan-kelebihan di antaranya kurikulum disusun sesuai
dengan karakteristik sekolah, sehingga terjadilah perbedaan antara
wantu juga materi pelajaran di sekolah dasar dan madrasah.
Langganan:
Postingan (Atom)
MI. DARUSSALAM ONLINE
Mengenai Saya
Popular Posts
-
Struktur Organisasi Madrasah -
BOS (Biaya Operasional Sekolah) -
Struktur Kurikulum MI yang Digunakan Simpatika -
Daftar Nilai Murni Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) MI Tahun Pelajaran 2015/2016 -
Perencanaan dan Penganggaran RKM -
Persiapan Pentas Seni 2016 -
Perbandingan Tujuan Pendidikan Islam MIN & SD -
Cara Cek Status Aktif NUPTK Tahun 2016 -
Sembilan Rahasia Do'a Lulus Ujian
Arsip Blog
Diberdayakan oleh Blogger.